【HOME】[About]
★ Persiapan Sambut Bulan Ramadhan
268100 163752227026794 100001760544163 410878 1888304 s
Alhamdulillah
insyaAlloh ga sampai sebulan
lagi kita akan menjalankan
puasa Ramadahn, udah siap2
belum ni teman-teman? ni
ada sedikit ilmu yang di ambil
dari sumber kajian,, semoga
bermanfaat…!!!
Mulai dan Berakhirnya Bulan
Ramadhan..!!
Beberapa tahun terakhir ini,
kita merasakan bahwa kaum
muslimin-muslimah di
Indonesia memulai dan
mengakhiri bulan Ramadhan
tidak secara bersamaan..
Tahukah engkau yaa akhi-
ukhti,, Rosululloh shollollohu
‘alaihi wa sallam memulai
dan mengakhiri puasanya
dengan berpedoman dengan
melihat hilal (bulan).. Bila hilal
(bulan) tidak terlihat pun,,
Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam juga telah
memberitahukan alternatif
cara,, yaitu dengan cara
menggenapkan bulan
Sya’ban menjadi 30.. Begitu
pula dengan masuknya bulan
Syawal.. Maka metode baru,,
yaitu menentukan masuknya
bulan Ramadhan dan Syawal
dengan hisab (kalender) tidak
dapat dibenarkan karena
Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam telah memberikan
penjelasan yang sempurna
tentang bagaimana
menentukan masuk dan
berakhirnya bulan
Ramadhan..
Penjelasan Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa sallam
tersebut ada pada hadis
berikut ini:
“Jika kalian melihat bulan
maka berpuasalah, jika kalian
melihatnya maka berbukalah,
dan jika bulan itu terhalang
dari pandangan kalian maka
sempurnakan hitungan
(Sya’ban) tigapuluh
hari.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
Alhamdulillah pemerintah kita
(Indonesia) dalam
menetapkan awal dan
berakhirnya Ramadhan
dengan metode melihat hilal..
Maka turutlah berpuasa dan
mengakhiri bulan Ramadhan
bersama pemerintah,, karena
“Puasa itu hari manusia
berpuasa dan hari raya itu
hari manusia berhari
raya.” (HR. Tirmidzi)
Ni'at Puasa
Nawaituu….shouma
ghodiinn… dst. Itulah niat
puasa Ramadhan yang biasa
dilafaLkan setelah selesai
sholat tarawih dan witir..
Mungkin mereka berdaLiL
dengan hadits yang
diriwayatkan dari Hafshoh
bahwa Rosululloh bersabda,,
“Barangsiapa yang tidak
meniatkan puasa sebelum
fajar, maka tidak ada puasa
baginya..” (HR.Abu Dawud,
Nasa’i, Tirmidzi & Ahmad,
dishahihkan oleh al Albani
dalam al Irwa’)
Tahukah engkau yaa akhi-
ukhti,,?? hadits tersebut
memang shohih.. Tetapi
penerapannya ternyata tidak
sebagaimana yang
dikerjakan oleh masyarakat
sekarang ini.. Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa sallam
tidak pernah melafaLkan
ni'at beribadah seperti
shalat,, puasa dan lainnya..
Karena ni'at adanya di dalam
hati.. Maka cukupkan ni'atmu
untuk berpuasa di dalam
hati..
'Imsak
'Imsak adalah bahasa arab
yang berarti “Tahanlah”..
Lafal ini biasa
dikumandangkan di masjid-
masjid sekitar 10 menit
sebelum adzan shubuh di
bulan Ramadhan (bahkan
jadwalnya pun biasa beredar
dan ditempel di rumah-rumah
penduduk).. Maksudnya
dikumandangkannya lafal
'imsak ini adalah agar orang-
orang mulai menahan diri dari
makan dan minum sejak
dikumandangkannya
pengumuman tersebut..
Tahukah engkau yaa akhi-
ukhti,,?? ternyata Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa sallam
tidak pernah mengajarkan
dan memberitahukan cara
seperti ini.. Bahkan
sebaliknya,, Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa sallam
biasa sahur sesaat sebelum
terbit fajar.. Karena yang
menjadi ukuran dimulainya
puasa adalah saat terbit
fajar.. Seperti diceritakan
oleh Anas
rodhiyallahu’anhu,, ia
diceritakan oleh Zaid bin
Tsabit rodhiayllahu’anhu
seperti ini,,
“Kami makan sahur
bersama Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa
sallam,, kemudian beliau
shalat.”
Kemudian Anas pun bertanya
kepada Zaid,, “Berapa lama
antara iqomah dan sahur?”
Zaid menjawab,, “Kira-kira
50 ayat membaca Al-
Qur’an..” (HR. Bukhari)
Sayangnya yang terjadi,,
saat-saat setelah 'imsak
biasanya juga melalaikan
manusia dari ibadah wajib
setelah itu,, yaitu sholat
shubuh.. Bagaimana tidak,,
dalam keadaan terkantuk-
kantuk sahur, kemudian
harus menunggu sekitar 10
menit untuk ibadah sholat..
ALih-aLih ternyata 10 menit
itu dipergunakan untuk tidur
sesaat,, dan akhirnya
membuat seseorang
terlambat sholat shubuh..
Sungguh,, memang sesuatu
yang tidak diajarkan
Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam, walaupun
terdapat kebaikan di
dalamnya, tetap mengandung
keburukan yang lebih
banyak..
Do’a Berbuka
Di berbagai media elektronik,,
sering diputar lafal do’a ini
sesaat setelah adzan Maghrib
dikumandangkan..
“Allahumma… lakasumtu…
wa bika aamantu wa ‘ala
rizqika afthortu… dst.”
Tahukah engkau yaa akhi-
ukhit..?? ternyata bukan itu
lafal do’a berbuka puasa
yang diajarkan oleh
Rosululloh shallallahu ‘alaihi
wa sallam. Do’a berbuka
puasa yang shohih dari
Rasulullah shollallohu ‘alaihi
wa sallam adalah:
َﺖَﺒَﺛ َﻭ ُﻕُﺮُﻌْﻟﺍ ِﺖَّﻠَﺘْﺑﺍ َﻭ ُﺄَﻤَّﻈﻟﺍ َﺐَﻫﺫ
َﻪّﻠﻟﺍ ﺎَﺷ ْﻥِﺇ ُﺮْﺟَﻷﺍ
“Telah hilang rasa dahaga,
telah basah kerongkongan
dan mendapat pahala insya
Allah.” (HR. Abu Dawud)
Ayo hafalkan sejenak..
Supaya bertambah pahala
yang kita dapatkan setelah
berpuasa seharian karena
berdo’a dengan do’a yang
diajarkan oleh Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa
sallam.
Bid’ah Tarawih??!
Ada sebagian orang yang
sangat senang melakukan
ibadah,, namun kurang
memperhatikan kebenaran
dalil-dalil ibadah tersebut,,
atau bahkan tidak
mengetahui sama sekali dalil
ibadah tersebut.. Biasanya,,
jawabannya ini adalah
bid’ah hasanah.. Tahukah
engkau yaa akhi-ukhti..??
tarawih bukan termasuk
bid’ah dan tidak tepat
dijadikan alasan pembenaran
bagi orang yang melakukan
ibadah baru dalam agama.
Karena Rosululloh shollallohu
‘alaihi wa sallam juga
pernah melakukan tarawih
bersama para sahabatnya
ketika beliau masih hidup..
Beginilah dikisahkan oleh
ibunda kita tercinta 'Aisyah
rodhiyallahu’anha,,
“Rosulullah shollallohu
‘alaihi wa sallam pada
suatu malam keluar dan
sholat di masjid (pada bulan
Ramadhan-pen).. Orang-orang
pun ikut sholat bersamanya..
Dan mereka
memperbincangkan sholat
tersebut,, hingga
berkumpullah banyak orang..
Ketika beliau sholat,, mereka
pun ikut sholat bersamanya,,
mereka memperbincangkan
lagi,, hingga bertambah
banyaklah penghuni masjid
pada malam ketiga.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam keluar dan sholat,,
ketika malam keempat,,
masjid tidak mampu
menampung jama’ah,,
hingga beliau hanya keluar
untuk melakukan sholat
shubuh.. Setelah selesai
sholat (shubuh),, beliau
menghadap manusia dan
bersyahadat kemudian
bersabda,, ‘Amma ba’du..
Sesungguhnya aku
mengetahui perbuatan kalian
semalam,, namun aku
khawatir diwajibkan atas
kalian (sholat tarawih
tersebut-pen),, hingga kalian
tidak mampu
mengamalkannya..” (HR.
Bukhari dan Muslim)
Begitulah belas kasih
Rosulullah shollallohu ‘alaihi
wa sallam kepada umatnya..
Karena ketika beliau hidup,,
wahyu masih turun,, maka
beliau khawatir jika akhirnya
sholat tarawih pada bulan
Ramadhan itu diwajibkan
bagi umatnya.. Dan beliau
khawatir hal tersebut tidak
sanggup dijalankan oleh
umatnya.. Dari hadits ini,,
maka jelas tarawih
merupakan sunnah yang
telah diajarkan Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa
sallam,, karena 3 alasan:
1. Nabi shollallohu ‘alaihi wa
sallam melakukan sholat
tersebut selama 4 hari,,
walau akhirnya ditinggalkan
dengan sebab yang telah
disebutkan di atas.. (Berarti
ini termasuk sunnah fi’liyah
– perbuatan nabi
shollallohu’alaihi wa
sallam-)
2. Nabi menyatakan bahwa,,
“Barangsiapa yang
mengikuti shalat bersama
imam hingga selesai,, maka
Alloh catat untuknya pahala
sholat semalam
suntuk..” (HR, Ahmad
dishahihkan oleh Syaikh Al-
Bani).. Berarti tarawih juga
termasuk sunnah qouliyah –
perkataan Nabi shollallohu
‘alaihi wa sallam).
3. Nabi shollallohu ‘alaihi wa
sallam mendiamkan (yang
diamnya ini berarti
menyetujui) dengan
perbuatan para sahabat yang
melakukan shalat tarawih
berjama’ah..
Antara 11 dan 23?
Jumlah roka’at shoat
tarawih di berbagai masjid
biasanya berbeda-beda,, dan
yang masyhur di negara kita
kalau tidak 11 roka’at maka
biasanya 23 roka’at.. Lalu,,
yang mana yang benar ya..??
Tahukah engkau yaa akhi-
ukhti,,?? berdasarkan hadits
yang diriwayatkan ibunda
'Aisyah rodhiyallahu ‘anha,
ternyata Rosululloh
shallallohu ‘alaihi wa sallam
tidak pernah sholat malam
melebihi 11 roka’at..
Namun,, berdasarkan
penjelasan ulama,, maksud
hadits ini bukanlah
pembatasan bahwa
Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam hanya sholat
malam sebanyak 11 roka’at
saja.. Karena terdapat
riwayat shohih lainnya yang
menceritakan bahwa
Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam sholat malam
sebanyak 13 raka’at. Jadi,
maksud perkataan 'Aisyah
rodhiyallahu ‘anha adalah
yang biasa dilakukan
Rosululloh shollallohu ‘alaihi
wa sallam adalah sholat
malam tidak lebih dari 11
roka’at..
Nah,, bukan berarti
menjalankan sholat tarawih
sebanyak 23 roka’at adalah
kesalahan Lho... Karena di
hadits yang lain Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa sallam
menjelaskan bahwa,,
“Barangsiapa yang
mengikuti shalat bersama
imam hingga selesai, maka
Alloh catat untuknya pahala
sholat semalam
suntuk..” (HR, Ahmad)
Dan hadits tentang sholat
malam., “Sholat malam itu
dengan salam setiap dua
roka’at.. Jika salah seorang
dari kalian takut kedatangan
shubuh,, maka hendaklah ia
sholat satu roka’at sebagai
witir untuk shalat yang telah
ia lakukan..” (HR. Bukhari
dan Muslim)
Kesimpulannya,,, jika engkau
memilih sholat di masjid
(dengan menjaga kaidah-
kaidah perginya wanita ke
masjid) dan mendapati di
masjid tersebut biasa
menjalankan sholat tarawih
sebanyak 23 roka’at
dengan tenang,, maka
engkau tidak perlu berhenti
pulang setelah mendapati 8
roka’at.. Ataupun jika sholat
sendirian juga tidak mengapa
jika ingin memperbanyak
shalat 23 raka’at, 39
roka’at atau 41 roka’at..
Namun,, yang lebih utama
adalah melakukannya
sebanyak 11 roka’at
sebagaimana yang Rosululloh
shollallohu ‘alaihi wa sallam
lakukan.. Wallahu a’lam bi
shawab.....
MoHoN mAAF LahiR dan
bAtiN.....
bila ada kata-kata yang tidak
berkenan di hati..!!
^_^

Copas : facebook | Adul Kokoddir


SEO Stats powered by MyPagerank.Net
visitor daily : 1
visitor total : 612
Your browser :
Mozilla/5.0 AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko; compatible; ClaudeBot/1.0; +claudebot@anthropic.com)

[Home]


Not copyright 2011
Ensiklopenana.yn.lt
-All Right Not Reserved-

baca gratis baca online ebook gratis mp3 ringtone arrikel islami handphone tips trik peluang usaha entrepreneur kata mutiara wisata baca online download gratis



XtGem Forum catalog