【HOME】[About]
CARA MEMILIH SAHABAT SEJATI
01052010010
Cara memilih seseorang
yang ingin kita jadikan
sahabat silahkan simak
wasiat al-Qamah kepada
anaknya.
Katanya: "Hai anakku, jika
engkau perlu untuk
bersahabat dengan
seseorang maka pilih yang
mempunyai sifat jika engkau
melayaninya ia suka
melindungi, jika engkau
bersahabat dengannya, ia
akan menjadi hiasan bagi
dirimu dan jika engkau
dalam keadaan kekurangan
nafkah, ia suka mencukupi
keperluanmu. .
"Pilih sahabat yang apabila
engkau mengulurkan
tanganmu untuk
memberikan jasa baik atau
bantuanmu, ia suka
menerima dengan rasa
terharu, jika ia melihat
kebaikan yang ada pada
dirimu, ia suka menghitung
dan dianggapnya sangat
berguna, sedangkan jika ia
mengetahui keburukan
dirimu lalu ia suka
menutupinya.
"Pilih sahabat yang jika
engkau meminta sesuatu
daripadanya, pasti ia
memberi, jika engkau diam,
ia mulai menyapamu dulu
dan jika ada sesuatu
kesukaran dan kesedihan
menimpa dirimu, ia suka
membantu dan
meringankan, ia suka
membantu dan meringan
kamu serta menghiburmu.
"Pilihlah sahabat yang jika
engkau berkata, ia sukar
membenarkan ucapanmu
dan bukan selalu
mempercayainya saja, jika
engkau mengemukakan
sesuatu persoalan berat, ia
suka mengusahakannya,
sedang jika engkau
berselisih dengannya, ia suka
sekali engkau berselisih
dengannya, ia suka sekali
mengalah untuk
kepentinganmu. "
Saidina Ali menyatakan:
"Sahabat yang sebenar-
benarnya ialah orang yang di
sampingmu. Ia suka
menempatkan dirinya dalam
bahaya demi untuk
kesejahteraanmu. "
Saidina Ali membuktikan
katanya dengan mengambil
alih tempat tidur Rasulullah
SAW ketika Baginda dan
Saidina Abu Bakar
merancang untuk berhijrah
ke Madinah.
Walaupun Saidina Ali tahu
risiko bakal dihadapinya
karena pemuda Quraisy
bercadang menyerbu rumah
Rasulullah SAW dan
membunuh Baginda, Saidina
Ali sanggup menghadapi
bahaya itu semata-mata
atas dasar kepentingan
keselamatan sahabatnya.
Contoh persahabatan lain
yang boleh diteladani ialah
antara Saidina Abu Bakar
dengan Rasulullah SAW.
Saidina Abu Bakar sentiasa
mempercayai dan
mengiyakan apa yang
Rasulullah SAW katakan.
Ketika Rasulullah SAW
menceritakan perjalanan
Israk dan Mikraj kepada
orang Makkah, mereka tidak
mempercayai cerita
Rasulullah SAW, malah
menuduh Baginda
pembohong.. Mereka
berjumpa Saidina Abu Bakar
untuk bertanya jika cerita itu
benar atau sebaliknya.
Apabila Saidina Abu Bakar
mendengar pertanyaan
mereka, dengan tenang
beliau bertanya: "Apakah
benar Rasulullah SAW
bercerita begitu". Mereka
menjawab 'ya'. Maka tanpa
ragu-ragu Saidina Abu Bakar
menyatakan apa yang
Rasulullah SAW katakan
benar.
Sepanjang perjalanan dari
Makkah ke Madinah, Saidina
Abu Bakar sentiasa berada di
depan dan di belakang
Baginda SAW. Apabila
Baginda bertanya hal ini,
Saidina Abu Bakar
menjawab:
"Aku berjalan di depanmu
untuk memilih jalan yang
baik selamat sementara aku
berjalan di belakangmu
untuk menjaga keselamatan
daripada serangan musuh
yang mengejarmu."
Perhatikan nasihat Abu
Sulaiman mengenai
pentingnya memilih sahabat
seperti yang dianjurkan
Islam. Katanya: "Jangan
sekali-kali engkau
bersahabat melainkan salah
satu daripada dua orang ini.
Pertama, orang yang dapat
engkau ajar bersahabat
dalam urusan duniamu
dengan jujur dan kedua,
orang yang dijadikan
sahabat itu dapat
menambahkan kemanfaatan
dirimu untuk akhiratmu.


SEO Stats powered by MyPagerank.Net
visitor daily : 1
visitor total : 921
Your browser :
Mozilla/5.0 AppleWebKit/537.36 (KHTML, like Gecko; compatible; ClaudeBot/1.0; +claudebot@anthropic.com)

[Home]


Not copyright 2011
Ensiklopenana.yn.lt
-All Right Not Reserved-

baca gratis baca online ebook gratis mp3 ringtone arrikel islami handphone tips trik peluang usaha entrepreneur kata mutiara wisata baca online download gratis



Ring ring